Tekun Merawat Ternak, Kini Miliki Puluhan Ekor Sapi

Dalam kegiatan monitoring Asdep TJSL ke peternakan sapi di wilayah Musuk Kabupaten Boyolali, tim TJSL berkesempatan melakukan sharing dengan Munawar dan teman-temannya yang tergabung dalam kelompok peternak sapi.

Munawar memulai usahanya pada tahun 2001. Ketika banyak anak muda menganggap ternak sapi sebagai suatu hal yang kurang menarik, Karyawan sebuah percetakan ini justru berkeinginan kuat melakukannya.

Sebagai permulaan Munawar membeli 3 ekor sapi, usahanya kemudian berkembang dengan jumlah sapi mencapai sekitar 40 ekor.Kesuksesannya tidak lepas dari  bantuan PT Sucofindo (Persero) yang memberikan bantuan sebesar Rp 25.000.000,- dengan pembayaran dilakukan pasca panen atau sekitar 6 bulan.

Banyak yang punya ternak tetapi tidak tahu bagaimana cara menggemukkan sapi. “Yang jelas perlu diperhatikan makanannya, asupan yang diberikan ke hewan ternak. Kemudian kesehatannya juga wajib kita perhatikan,” ujar Munawar membeberkan. Meskipun memiliki asisten yang membantu memberikan makan pada ternak-ternaknya, Munawar tetap mengawasi langsung kesehatan sapinya.

Tentang bau dari tubuh sapi yang umumnya mengganggu rupanya disebabkan karena ada makanan yang belum tercerna secara sempurna. “Nah saran dari teman-teman peternak lain supaya menggunakan mikroba yaitu suplemen biomix yang dicampurkan ke makanan. Ternyata memang dapat mengurangi bau tersebut,” jelas Munawar.

  Menurut Munawar tidak ada kendala dalam  hal pemasaran, bahkan sapi yang masih remaja umumnya sudah dipesan oleh calon pembeli. Justru kendala dalam peternakan sapi berasal fluktuasi pasar saja akibat kebijakan impor pemerintah, jika pemerintah terlalu banyak melakukan impor maka harga sapi akan semakin turun. “Harapan kami ada inovasi di bidang peternakan supaya kedepannya tidak perlu impor lagi. Sudah tercukupi dari peternak lokal,” imbuhnya.

            Munawar dan teman-temannya juga mendapat manfaat dari kotoran sapi yang berfungsi sebagai pupuk organik, selama 5 tahun ini  Munawar tidak lagi menggunakan pupuk urea.Sejak tahun 2012 untuk kebutuhan memasak sudah memakai biogas. Saat ini biogas yang dihasilkan sudah dimanfaatkan oleh 5 kepala keluarga di sekitar wilayah tempat tinggalnya.

Perum AntaraPerum BULOGPerum DamriPerum Jaminan Kredit IndonesiaPerum Jasa Tirta I
Perum Jasa Tirta IIPerum NavigasiPerum PerhutaniPerum Perikanan IndonesiaPerum Perumnas
Perum PeruriPerum PFNPerum PNRIPerum PPDPT Adhi Karya Tbk
PT Amarta KaryaPT Aneka Tambang Tbk PT Angkasa Pura IPT Angkasa Pura II PT ASDP Indonesia Ferry
PT Asuransi ABRIPT Asuransi Jasa IndonesiaPT Asuransi JiwasrayaPT Asuransi Kerugian Jasa RaharjaPT Asuransi Kredit Indonesia
PT Bahana Pembinaan Usaha IndonesiaPT Balai Pustaka PT Bank Mandiri TbkPT Bank Negara Indonesia TbkPT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan NegaraPT Barata IndonesiaPT Berdikari PT Bhanda Ghara ReksaPT Bina Karya
PT Bio Farma PT Biro Klasifikasi Indonesia PT Boma Bisma Indra PT Brantas Abipraya PT Dahana
PT Danareksa PT Dirgantara Indonesia PT Djakarta LloydPT Dok dan Perkapalan Koja BahariPT Dok dan Perkapalan Surabaya
PT Energy Management IndonesiaPT GaramPT Garuda Indonesia TbkPT Hotel Indonesia NatourPT Hutama Karya