Pentingnya Pelatihan Vokasi untuk Tingkatkan Daya Saing

Sebanyak 30 perusahaan dari berbagai daerah mendapatkan penghargaan Paramakarya tahun 2017. Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri  pada acara Penganugerahan Paramakarya Tahun 2017 di Gedung Serba Guna Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Jakarta pada Jumat 8 Desember 2017.

Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan penilaian secara administrasi dan teknis menggunakan Malcolm Baldridge Criteria pada 192 perusahaan (1 perusahaan besar, 81 perusahaan menengah dan 110 perusahaan kecil) usulan daerah dan atau penerima Siddhakarya tahun 2016. Penilaian dan verifikasi dewan juri menghasilkan 30 perusahaan (1 perusahaan besar, 14 perusahaan menengah dan 15 perusahaan kecil) yang layak menerima penghargaan Paramakarya tahun 2017.

Penghargaan produktivitas Paramakarya diberikan oleh Presiden RI tiap 2 tahun sekali pada tahun ganjil. Istilah Paramakarya berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti ‘Karya Unggul’. Penganugerahan Paramakarya tahun 2017 ini adalah penganugerahan Paramakarya yang ke 9 kalinya dimana Paramakarya yang pertama diserahkan oleh Presiden RI pada tanggal 12 Januari 1994.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan produktivitas sebagai daya saing, “saat ini dunia sudah berubah, pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia sudah tergantikan mesin. Proses manual beralih menjadi otomasi. Tugas kita meningkatkan skill tenaga kerja lokal, bagaimana kita dapat memproduksi lebih baik, lebih murah dan lebih cepat”.

 Agar produktivitas dapat dijaga dan dikembangkan, Wapres JK  meminta  pengusaha agar  meningkatkan inovasi dan keterampilan usahanya. Di sisi lain, perlu dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah dalam mewujudkan produktivitas tersebut. Dengan cara membuat instrumen peningkatan skill, serta regulasi yang memudahkan perizinan, akses permodalan, dan akses pemasaran.

“Proses peningkatan skill dapat kita mulai dengan menyiapkan pendidikan, pelatihan, juga mendorong agar sekolah-sekolah kejuruan, sekolah-sekolah vokasi dapat menciptakan tenaga terampil siap pakai,” imbuh Jusuf Kalla. Dengan produktivitas tinggi didukung kemampuan yang baik Indonesia tidak akan kalah dari Thailand, Vietnam atau Malaysia.

PT Iglas PT InalumPT Indah KaryaPT Indofarma TbkPT Indonesia Tourism Development Corporation
PT Indra KaryaPT Industri Kapal Indonesia PT Industri Nuklir IndonesiaPT Industri Sandang NusantaraPT Inhutani I
PT Inhutani IIPT Inhutani IVPT INKA PT INTI PT Istaka Karya
PT Jasa Marga TbkPT Kawasan Berikat NusantaraPT Kawasan Industri Makassar PT Kawasan Industri Medan PT Kawasan Industri Wijayakusuma
PT Kereta Api IndonesiaPT Kertas Kraft AcehPT Kertas Leces PT Kimia Farma TbkPT Kliring Berjangka Indonesia
PT Krakatau Steel TbkPT Len Industri PT Merpati Nusantara AirlinesPT Nindya Karya PT PAL Indonesia
PT PANN Multi FinancePT PDI Pulau BatamPT PegadaianPT Pelabuhan Indonesia IPT Pelabuhan Indonesia II
PT Pelabuhan Indonesia IIIPT Pelabuhan Indonesia IV PT Pelayaran Nasional IndonesiaPT Pembangunan Perumahan TbkPT Perikanan Nusantara
PT Perkebunan Nusantara I PT Perkebunan Nusantara IIPT Perkebunan Nusantara III PT Perkebunan Nusantara IV PT Perkebunan Nusantara IX
PT Perkebunan Nusantara VPT Perkebunan Nusantara VIPT Perkebunan Nusantara VII PT Perkebunan Nusantara VIIIPT Perkebunan Nusantara X