Kamis, 5 Mei 2019 – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibawah koordinasi Keasdepan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan turut serta berkontribusi dalam bantuan konservasi Badak Jawa yang statusnya critically endangered.

Saat ini, jumlah Badak Jawa yang teridentifikasi di Taman Nasional Ujung Kulon berjumlah sebanyak 68 ekor. Namun, Badak Jawa tersebut mengalami berbagai mengalami ancaman kepunahan, berupa kesulitan dalam berkembang biak, persaingan mendapatkan makanan dengan binatang lain, dan berkurangnya wilayah tempat tinggal akibat pertumbuhan tanaman langkap yang sulit dikontrol.

Dalam rangka HUT Kementerian BUMN ke – 21, maka Kementerian BUMN bersama BUMN memberikan bantuan konservasi badak yang dilakukan secara simbolis oleh Ibu Rini Soemarno selaku Menteri BUMN kepada Bapak Fahrul perwakilan  Sekretariat Bersama (Sekber) Badak, Bapak Widodo S Ramono selaku Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (YABI), dan Bapak Ade Swargo Mulyo selaku Direktur Partnership Yayasan WWF Indonesia. Dalam program bantuan konservasi badak ini, terdapat 15 BUMN yang berpartisipasi dengan PT BNI (Persero) sebagai PIC. Bantuan yang diberikan senilai 3,6 milyar rupiah.

Kementerian BUMN menjadikan badak sebagai maskot Kementerian BUMN 2019 karena sifat dan karakter badak, antara lain, yakni jauh dari kesan menonjol, cenderung delusif dan sekretif. Namun sifat ini membuatnya bisa bertahan hingga saat ini. Kemudian, resik dan menyukai kebersihan sehingga mereka tidak sembarangan meninggalkan jejak yang menyebabkan sulit dilacak, protektif terhadap anak, fokus membesarkan anak, dan meskipun tergolong satwa terancam, badak tetap menjalankan ekologisnya untuk menyuburkan tanah dan regenerasi pohon. Sifat dan karakter badak ini menjadi alasan filosofis pemilihan badak sebagai maskot Kementerian BUMN 2019.

Ke depannya, Kementerian BUMN melalui sinergi BUMN akan terus berkoordinasi untuk membantu konservasi Badak Jawa dan menghindarkan Badak Jawa dari ancaman kepunahan.