Dian sapaan Dianie Hadyatie memulai bisnis peyek sejak tahun 2009. Awalnya, ia hanya mencoba-coba menjalankan bisnis ini dengan menitipkan barang dagangannya ke beberapa warung di sekitar rumahnya. Ternyata, bisnis tersebut mendapatkan respons positif dari konsumen dan hingga kini omzetnya mencapai Rp30 juta perbulan.

Dian memulai bisnis ini ketika ia memutuskan untuk berhenti bekerja setelah mengabdi selama delapan tahun di Great River Industries, salah satu produsen pakaian. Selain itu, sang suami terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan perkebunan yang menyebabkan ia lebih bersemangat menjalankan bisnis peyek di bawah label Nusasari.

Nusasari awalnya memproduksi satu jenis peyek, namun semakin banyaknya permintaan maka dibuatlah 16 varian peyek, di antaranya peyek rebon, rawit, bayam, kenikir, beluntas, surawung, binahong, jamur tiram, jamur kuping, pare dan polos. Bahkan memproduksi seroja, di antaranya seroja kacang tanah, kacang hijau, oncom, manis wijen, manis keju, dan ketan hitam.

Dian memulai bisnis dengan bermodal Rp500 ribu dari modal pribadi. Lalu ia meminjam tambahan modal dari Bank Rp5 Juta. Hingga akhirnya Dian mendapat bantuan Program Kemitraan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembangkan bisnis usahanya.

Selama menjalankan bisnis ini, Dian mengaku memiliki beberapa kendala, yaitu terkait tempat usaha yang ia miliki di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, yang masih sempit sehingga menyulitkan proses produksi. Selain itu, ia mengaku kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk memproduksi barang. Adapun, hingga kini proses produksi hanya dikerjakan oleh empat orang saja.

Selain itu, dalam menjalankan usaha Dian pernah tertipu oleh konsumen hingga belasan juta rupiah. Dia pun memutuskan untuk melakukan pembayaran tunai bagi konsumen yang mengambil produknya kecuali produk Nusasari dititipkan langsung ke toko.

Meski sering tertipu, Dian konsisten menjalankan Nusasari sebab minat konsumen masih tinggi terhadap peyek yang ia hasilkan. Selain itu, ia ingin menyekolahkan kedua anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Nusasari menjalankan sistem konvensional dan online dalam strategi pemasarannya. Ia memasukkan produknya di beberapa rest area, tempat oleh-oleh makanan, tempat wisata dengan memanfaatkan reseller. Sedangkan untuk pemasaran melalui online, hampir sama dengan usaha kecil menengah (UKM) lain, yakni memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, ataupun marketplace Bukalapak.

Menurut Dian, yang paling utama dalam menjalankan usaha yaitu dengan bermodal kejujuran dalam segala hal misalnya saling kepercayaan antara produsen dengan konsumen akan produk yang dipasarkan.

Dalam hal ini produk harus sesuai dengan yang sudah di standarkan juga mengenai perjanjian jual beli yang disepakati. Dari segi kualitas produk juga harus diperhatikan dengan mempertahankan rasa dan kwalitas jangan sampai berubah karena persaingan dari produk yg sejenis sekarang semakin banyak.

Kedua, selain mengandalkan kejujuran juga ramah terhadap pembeli atau pelanggan artinya mau mendengar kemauan maupun keluhan atau komplain pelanggan. Bahkan keluhan pelanggan itu bisa dijadikan bahan evaluasi guna menciptakan produk yang baru.

Ketiga, ketatnya persaingan di bisnis jangan menjadikan kita mundur dari usaha yang dijalankan. Inovasi produk dan service kepala pembeli menjadi solusi menghadapi persaingan bisnis tersebut. Inovasi produk yang dilakukan Nusasari misalnya dengan mengubah rasa, bentuk maupun harga agar mampu bersaing di pasaran. Termasuk memasarkan produk dengan menggunakan jejaring sosial yang kini marak diterapkan oleh para pelaku UKM.

Pada tanggal 14 s/d 16 Mei 2018 Nusasari mengikuti Bazaar Murah Ramadhan yang diselenggarakan di Gedung Kementerian BUMN-RI. Pada kegiatan tersebut Nusasari selain mendapatkan hasil dari penjualan pada Bazaar, terdapat pula pesanan/purchase order dari masyarakat yang hadir.  

Harapan kedepannya Kementerian BUMN dan BUMN Pembina untuk lebih sering memberikan kesempatan bagi pelaku UKM untuk mempromosikan produk UKM agar produk UKM lebih dikenal di masyarakat luas.

"Terimakasih pada PT KAI dan Kementerian BUMN yang sudah membantu untuk memasarkan produk dan mengikutsertakan saya pada acara Bazaar ini" ujarnya.

PT Iglas PT InalumPT Indah KaryaPT Indofarma TbkPT Indonesia Tourism Development Corporation
PT Indra KaryaPT Industri Kapal Indonesia PT Industri Nuklir IndonesiaPT Industri Sandang NusantaraPT Inhutani I
PT Inhutani IIPT Inhutani IVPT INKA PT INTI PT Istaka Karya
PT Jasa Marga TbkPT Kawasan Berikat NusantaraPT Kawasan Industri Makassar PT Kawasan Industri Medan PT Kawasan Industri Wijayakusuma
PT Kereta Api IndonesiaPT Kertas Kraft AcehPT Kertas Leces PT Kimia Farma TbkPT Kliring Berjangka Indonesia
PT Krakatau Steel TbkPT Len Industri PT Merpati Nusantara AirlinesPT Nindya Karya PT PAL Indonesia
PT PANN Multi FinancePT PDI Pulau BatamPT PegadaianPT Pelabuhan Indonesia IPT Pelabuhan Indonesia II
PT Pelabuhan Indonesia IIIPT Pelabuhan Indonesia IV PT Pelayaran Nasional IndonesiaPT Pembangunan Perumahan TbkPT Perikanan Nusantara
PT Perkebunan Nusantara I PT Perkebunan Nusantara IIPT Perkebunan Nusantara III PT Perkebunan Nusantara IV PT Perkebunan Nusantara IX
PT Perkebunan Nusantara VPT Perkebunan Nusantara VIPT Perkebunan Nusantara VII PT Perkebunan Nusantara VIIIPT Perkebunan Nusantara X