Rabu, 16 Oktober 2019 dilakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Konservasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 WIB yang dihadiri oleh Perwakilan Keasdepan TJSL Kementerian BUMN, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Mandiri, PT Bank BTN, PT Angkasa Pura II, PT Pelindo I, PT Jasa Marga, PT Pegadaian dan WWF.

Kegiatan diawali dengan melihat lokasi Kontrol Langkap dan Pengayaan Pakan Badak Jawa. Langkap (Arenga obtusifolia) adalah jenis palem-paleman yang tumbuh luas di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Tumbuhan ini mendominasi wilayah yang luas dan tajuknya yang tinggi menjadi penyebab sinar matahari sulit menembus ke tanah oleh karena hal tersebut menjadikan vegetasi lain sulit untuk tumbuh disekitarnya. Langkap mengurangi keanekaragaman pangan pertumbuhan tanaman lain sehingga menyebabkan kelangkaan pangan Badak.

Kontrol langkap ini dilakukan bukan untuk memusnahkan tumbuhan langkap itu sendiri namun tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan tumbuhan lain untuk dapat tumbuh yang dapat menjadi pakan badak. Kegiatan kontrol langkap ini sudah dijalankan oleh WWF sejak tahun 2016 dengan realisasi area yang sudah di kontrol seluas 130 Ha.

Mekanisme kontrol langkap ini terbagi menjadi empat tahapan:

  1. Survei Area : Survei ke daerah yang akan menjadi target kontrol. Survei ini melibatkan 24 orang masyarakat lokal. Mereka akan melihat secara langsung kerapatan vegetasi lokasi yang telah ditandai di peta kemudian menandai pohon yang akan ditebang.
  2. Proses pembersihan langkap seluas 9 Ha. Dalam proses ini, pekerja menggunakan chainsaw yang kabelnya direndam dalam air untuk meredam suara.
  3. Pengayaan Pakan Badak dengan menanam kembali area yang sudah dibersihkan dengan tanaman pakan badak yang melibatkan 15 warga lokal untuk penanamannya.
  4. Monitoring terkait bibit yang ditanam dan memastikan apakah langkap-langkap baru muncul di area tersebut.

Kamis, 17 Oktober 2019 dilakukan peninjauan Program Sekolah Lapang Pertanian Ekologi di Desa Kramat Jaya, Kecamatan Cimanggu. Desa tersebut merupakan salah satu desa penyangga TNUK. Adapun Program SLPE ini rencananya akan dilaksanakan di 5 desa penyangga TNUK:

  • Kecamatan Cimanggu: Desa Rancapinang, Cibadak, Kramat Jaya.
  • Kecamatan Sumur: Desa Taman Jaya dan Ujung Jaya.

Dalam agenda ini, mengunjungi Desa Kramat Jaya yang merupakan pilot project program SLPE. Disambut dengan musik khas yang dibawakan oleh warga desa diiringi dengan permainan alat music angklung. Acara ini juga dihadiri Kepala Desa Kramat Jaya, Perwakilan DPMPD dan Perwakilan dari Perangkat Kecamatan Cimanggu.

Tujuan SLPE ini adalah memberikan pengetahuan dan ilmu kepada masyarakat mengenai teknit bercocok tanam/ pertanian yang benar agar menghasilkan panen yang baik sehingga meningkatkan kapasitas dan pendapatan masyarakat. Selain itu dengan adanya program SLPE ini juga ditujukan agar masyarakat tidak merambah TNUK untuk berburu atau mengambil hasil hutan di TNUK.

Perum AntaraPerum BULOGPerum DamriPerum Jaminan Kredit IndonesiaPerum Jasa Tirta I
Perum Jasa Tirta IIPerum NavigasiPerum PerhutaniPerum Perikanan IndonesiaPerum Perumnas
Perum PeruriPerum PFNPerum PNRIPerum PPDPT Adhi Karya Tbk
PT Amarta KaryaPT Aneka Tambang Tbk PT Angkasa Pura IPT Angkasa Pura II PT ASDP Indonesia Ferry
PT Asuransi ABRIPT Asuransi Jasa IndonesiaPT Asuransi JiwasrayaPT Asuransi Kerugian Jasa RaharjaPT Asuransi Kredit Indonesia
PT Bahana Pembinaan Usaha IndonesiaPT Balai Pustaka PT Bank Mandiri TbkPT Bank Negara Indonesia TbkPT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan NegaraPT Barata IndonesiaPT Berdikari PT Bhanda Ghara ReksaPT Bina Karya
PT Bio Farma PT Biro Klasifikasi Indonesia PT Boma Bisma Indra PT Brantas Abipraya PT Dahana
PT Danareksa PT Dirgantara Indonesia PT Djakarta LloydPT Dok dan Perkapalan Koja BahariPT Dok dan Perkapalan Surabaya
PT Energy Management IndonesiaPT GaramPT Garuda Indonesia TbkPT Hotel Indonesia NatourPT Hutama Karya