"UKW ini penting untuk mengetahui sejauh mana keterampilan, pengetahuan dan kesadaran wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya," kata Direktur UKW Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Prof Dr Rojab Ritonga dalam sambutannya di LPJA Pasar Baru, Jakarta, 21/10. Menurut dia,, UKW ini tentunya untuk membedakan mana wartawan "abal-abal" dan yang benar-benar profesional. Sebab setiap wartawan untuk mendapatkan sertifikat UKW tersebut tidaklah mudah karena perusahaan media tempat bekerjanya harus sudah terverifikasi Dewan Pers dan tentunya harus menjalani berbagai ujian.
Selain itu, melalui UKW ini akan diketahui sejauh mana keterampilan setiap wartawan dalam menentukan agenda pemberitaan, membuat hingga menjadi produk berita.

Tidak hanya terampil, wartawan juga harus memiliki pengetahuan yang luas tidak hanya di satu bidang yang ditekuni saja, tetapi wajib menguasai semua ilmu pengetahuan. Karena latar belakang pendidikan wartawan tidak hanya jurnalistik saja tetapi siapapun bisa menjadi pewarta.

Terakhir, yang harus diperhatikan adalah kesadaran dari setiap wartawan dalam melaksanakan tugasnya. Sebab seorang jurnalis yang ditugaskan atau bertugas dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Di dalam UU tersebut juga ada 11 pasal tentang kode etik jurnalistik.

UKW ini sangat penting untuk membedakan mana wartawan yang memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat UKW, dengan orang yang mengaku wartawan tetapi tidak punya keterampilan, keahlian dan kesadaran tentang jurnalistik.

"Hingga saat ini PWI sudah berhasil menguji dan meluluskan sekitar 11 ribu wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia," tambah Rajab.

 Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen SDM Perum LKBN ANTARA Nina Kurnia Dewi mengatakan UKW yang diselenggarakan ANTARA ini merupakan Program Bina Lingkungan. Untuk jumlah wartawan yang mengikuti UKW ini sebanyak 17 orang yang berasal dari media nasional dan lokal.

Setiap wartawan, katanya, harus menjadi talent bagi perusahaan tempatnya bekerja.

Selain melaksanakan UKW, ANTARA juga melakukan kegiatan pelatihan kepada wartawan di Provinsi Bangka Belitung yang bertepatan dengan pelaksanaan BUMN hadir untuk negeri. Acara tersebut disambut antusias oleh insan pers setempat karena jarang sekali ada kegiatan seperti itu.

"Tidak banyak lembaga di Indonesia yang bisa menyelenggarakan UKW seperti ini dan hanya ada 23 lembaga, salah satunya adalah LKBN ANTARA," katanya.

Seluruh wartawan yang mengikuti UKW tersebut tidak dipungut biaya dan seluruhnya dibiayai oleh LKBN ANTARA melalui Program Bina Lingkungan.

Hadir pula pada kesempatan itu Kepala Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mahmud Husein. Acara UKW tersebut diselenggarakan selama dua hari 21-22 Oktober 2019 di Lembaga Pendidikan Jurnalis ANTARA (LPJA).

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Eru Sasanti R. Peni/Sekretariat Perusahaan

Perum AntaraPerum BULOGPerum DamriPerum Jaminan Kredit IndonesiaPerum Jasa Tirta I
Perum Jasa Tirta IIPerum NavigasiPerum PerhutaniPerum Perikanan IndonesiaPerum Perumnas
Perum PeruriPerum PFNPerum PNRIPerum PPDPT Adhi Karya Tbk
PT Amarta KaryaPT Aneka Tambang Tbk PT Angkasa Pura IPT Angkasa Pura II PT ASDP Indonesia Ferry
PT Asuransi ABRIPT Asuransi Jasa IndonesiaPT Asuransi JiwasrayaPT Asuransi Kerugian Jasa RaharjaPT Asuransi Kredit Indonesia
PT Bahana Pembinaan Usaha IndonesiaPT Balai Pustaka PT Bank Mandiri TbkPT Bank Negara Indonesia TbkPT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan NegaraPT Barata IndonesiaPT Berdikari PT Bhanda Ghara ReksaPT Bina Karya
PT Bio Farma PT Biro Klasifikasi Indonesia PT Boma Bisma Indra PT Brantas Abipraya PT Dahana
PT Danareksa PT Dirgantara Indonesia PT Djakarta LloydPT Dok dan Perkapalan Koja BahariPT Dok dan Perkapalan Surabaya
PT Energy Management IndonesiaPT GaramPT Garuda Indonesia TbkPT Hotel Indonesia NatourPT Hutama Karya