Kurangnya pemahaman yang terjadi di masyarakat untuk hidup bersih dan teratur, serta kurangnya kepedulian masyarakat terhadap fungsi sungai yang seharusnya menjadi pemicu bagi PT PLN (Persero) untuk mendirikan sekolah sungai.

Sekolah sungai Ciliwung ini didirikan dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai fungsi sungai dan sumber daya air serta bagaimana memperlakukan sungai dengan baik dan bijak, meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan hubungan baik dengan stakeholder.

Kegiatan – kegiatan di Sekolah Sungai antara lain edukasi mengenai fungsi sungai dan bagaimana memperlakukan sungai dengan bijak dan menjaga sumber daya air, menyusuri sungai sembari memungut sampah yang ada di sungai, pembibitan dan penanaman pohon di sekitar sungai, panen air hujan, bank sampah, pembuatan kompos, dan juga Biolitik.

Dampak dari program – program yang diselenggarakan oleh Sekolah Sungai antara lain, warga sekitar saat ini sudah memiliki komitmen untuk tidak membuang sampah ke sungai, sungai menjadi lebih bersih, adanya infrastruktur di sekitar sungai, seperti taman bacaan; MCK umum; saung edukasi; jogging track; wisata susur sungai; dan sarana ibadah. Selain itu, juga terdapat fasilitas untuk pemberdayaan masyarakat berupa bank sampah dan lingkungan eduwisata.

Bapak Usman Firdaus selaku pengarah program mengatakan, tahun ini Sekolah Sungai berencana untuk memperluas kerjasama dengan instansi pendidikan, pelatihan kompetensi pendukung, serta “Exit Strategy” yang diharapkan mampu menjadi eduwisata yang mandiri. Kegiatan – kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Sungai beserta program – programnya.