Magelang, 22 Februari 2019 - Desa memiliki peran penting untuk menopang perekonomian Indonesia. Menteri BUMN Rini M. Soemarno menargetkan pengembangan 100 desa wisata binaan BUMN. Hal ini dapat dicapai melalui sinergi BUMN Kepariwisataan. Diharapkan pengembangan desa wisata tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan menjadi 2 juta wisman di wilayah Joglosemar, peningkatan perekonomian bangsa dan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Tagline "One Day One Village" telah terealisasi dengan pembangunan 19 balkondes di sekitar Candi Borobudur, antara lain Balkondes Tuksongo, Tanjungsari, Giritengah, Ngargogondo, Majaksingi, Wanurejo, Candirejo, Kenalan, Sambeng, Bigaran, Wringinputih, Bumiharjo, Borobudur, Kembanglimus, Tegalarum, Kebonsari, Karangrejo, Ngadiharjo, dan Karanganyar. Satu Balkondes yang dalam tahap pembangunan adalah Balkondes Giripurno.

Untuk percepatan pengembangan Balkondes Giripurno, PT Pupuk Indonesia (Persero)/PIHC bersama dengan Social Development Studies Center (SODEC) Universitas Gajah Mada menyusun kajian potensi sosial pemberdayaan masyarakat serta pendampingan pengembangan Balkondes Giripurno. Kick off meeting pengembangan balkondes Giripurno dilangsungkan di The Gade Village Balkondes Ngargogondo dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian BUMN, PIHC, SODEC, dan perangkat desa pada Kamis, 22 Februari 2019.

Vice President PIHC Abi Radityo, mengatakan "Balkondes Giripurno merupakan balkondes terakhir yang dibangun dalam target 20 balkondes BUMN. Timeline pengembangan dimulai pada awal Mei 2018 dan dilanjutkan dengan survey lokasi. Selama 5 tahun kedepan akan dilakukan pendampingan dan community development."

Pengembangan Balkondes Giripurno termasuk terlambat, hal ini disebabkan karena susahnya lokasi yang berada di perbukitan Menoreh dan terhambat oleh pengadaan lahan, jelas Kepala Bidang Kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Eko Setiawan.



"Diharapkan realisasi 20 Balkondes dapat segera  tercapai di tahun 2019 sehingga dapat meningkatkan pendapatan, pengetahuan, inovasi produk serta akses pasar masyarakat sekitar Borobudur," lanjutnya.

Pada tahap inkubasi yaitu tahap awal skema aktivasi ekonomi masyarakat desa, peran pendampingan oleh BUMN Sponsor dan BUMDes sepenuhnya untuk membuka akses pasar dan peningkatan kapasitas SDM, keuangan, produksi dan pemasaran. Tahap kedua yaitu Start-Up, BUMN Sponsor berperan 25% dan 75% peran diambil alih oleh BUMDes. Di tahap akhir yaitu development, peran sepenuhnya diambil oleh BUMDes. Diharapkan pada tahap akhir, masyarakat sudah siap untuk berwirausaha secara mandiri.

"BUMN diharapkan untuk juga memanfaatkan Rumah Kreatif BUMN untuk percepatan pemberdayaan masyarakat supaya go commercial dan go digital melalui marketplace," tutupnya.

 

 

sdw

Perum AntaraPerum BULOGPerum DamriPerum Jaminan Kredit IndonesiaPerum Jasa Tirta I
Perum Jasa Tirta IIPerum NavigasiPerum PerhutaniPerum Perikanan IndonesiaPerum Perumnas
Perum PeruriPerum PFNPerum PNRIPerum PPDPT Adhi Karya Tbk
PT Amarta KaryaPT Aneka Tambang Tbk PT Angkasa Pura IPT Angkasa Pura II PT ASDP Indonesia Ferry
PT Asuransi ABRIPT Asuransi Jasa IndonesiaPT Asuransi JiwasrayaPT Asuransi Kerugian Jasa RaharjaPT Asuransi Kredit Indonesia
PT Bahana Pembinaan Usaha IndonesiaPT Balai Pustaka PT Bank Mandiri TbkPT Bank Negara Indonesia TbkPT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan NegaraPT Barata IndonesiaPT Berdikari PT Bhanda Ghara ReksaPT Bina Karya
PT Bio Farma PT Biro Klasifikasi Indonesia PT Boma Bisma Indra PT Brantas Abipraya PT Dahana
PT Danareksa PT Dirgantara Indonesia PT Djakarta LloydPT Dok dan Perkapalan Koja BahariPT Dok dan Perkapalan Surabaya
PT Energy Management IndonesiaPT GaramPT Garuda Indonesia TbkPT Hotel Indonesia NatourPT Hutama Karya