“ Proudly Present From Indonesian Handmade Batik ”

Berawal dari kecintaan terhadap kain Indonesia dan hobinya mengkoleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia serta melihat adanya peningkatan minat masyarakat kepada batik, dr.Farid SpOG sebagai pemilik Imah Batik Bandung seakan tidak ingin melewatkan peluang untuk berbinis kain yang telah diakui oleh UNESCO sebagai budaya tak benda warisan manusia ini. Walaupun dalam keseharian disibukkan dengan profesinya sebagai seorang dokter dan dosen di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung tidak menjadikan penghalang bagi dr.Farid dan tim untuk terus meningkatkan dan mengembangkan Imah Batik Bandung yang berlokasi dikawasan wisata Jl.Raya Lembang No.208, Lembang, Kab.Bandung Barat.

Seiring berkembangnya industri batik di Indonesia dan dunia dimana sudah banyak produk yang menyerupai batik/tekstil menyerupai batik ( Printing Batik ) dimana dalam proses pembuatannya tidak menggunakan budaya asli batik, maka sejak didirikan pada tahun 2015 Imah Batik Bandung berupaya untuk tetap melestarikan budaya batik asli Indonesia yaitu dengan memproduksi batik yang dibuat secara handmade dan menggunakan lilin/malam sebagai zat perintang warnanya.

Selain itu, Imah Batik Bandung juga turut serta mengajak dan mengedukasi masyarakat khusus nya generasi muda untuk lebih cinta dan melestarikan batik asli Indonesia melalui kegiatan Eduwisata Batik dimana melalui workshop yang ada di Imah Batik Bandung masyarakat dapat mengenal bahan, proses bahkan praktik langsung membuat batik menggunakan canting.

Menurut dr.Farid dalam menjalankan bisnis yang paling utama adalah harus dimulai dengan “kecintaannya” terhadap bidang bisnis yang akan digeluti, melalui kecintaan tersebut maka lahirlah sikap  ketekunan yang tinggi sehingga melalui ketekunan tersebut muncul berbagai inovasi dan kreatifitas dalam mengembangkan bisnis tersebut dan tak lupa penting nya untuk peka membaca trend dan keinginan pasar dalam mengembangkan produk fashion & craft serta diharapkan walaupun bergaya namun tetap melestarikan budaya. Kerjasama dalam tim dan kolaborasi dari pihak lain juga sangat diperlukan, karena tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk perkembangan profesionalitas dan dukungan jaringan usaha.

Berbagai kendala & tantangan dihadapi oleh Imah Batik Bandung dalam mengembangkan bisnisnya, yaitu  kekurangan SDM terampil, masih tergolong sebagai pendatang baru dalam industri batik di Indonesia khususnya di daerah Bandung yang notabene kurang populer sebagai daerah industri batik dibandingkan daerah lainnya, dan ketatnya persaingan pasar dimana biasanya pelaku industri batik di Indonesia merupakan industri keluarga yang telah secara turun temurun berdiri selama puluhan tahun, sehingga diperlukan effort  yang lebih besar untuk Imah Batik Bandung agar mampu bersaing di pasar industri batik.

Maka, sejak bergabung menjadi Mitra Binaan PT.Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Imah Batik Bandung dibina untuk mulai berani melakukan ekspansi marketing dimana semula marketing dan penjualan baru melalui offline store, media sosial (instagram, facebook & twitter) dan online marketplace (bukalapak & blanja.com) saat ini marketing & penjualan dilakukan lebih inovatif lagi dengan diikutsertakannya Imah Batik Bandung dalam kegiatan pameran baik di dalam maupun di luar negeri sehingga melalui program binaan PT.KAI banyak sekali dampak positif yang didapatkan oleh Imah Batik Bandung salah satunya lebih dikenal masyarakat bahkan sampai mendapatkan pelanggan setia baik di dalam maupun luar negeri dibandingkan sebelum dibina oleh PT. KAI.

Adapun harapan kedepannya Kementrian BUMN dan BUMN Pembina untuk lebih sering memberikan kesempatan kepada UKM di Indonesia dalam mempromosikan dan memperkenalkan produk atau lini bisnis nya diberbagai kesempatan serta diharapkan diadakannya program pembinaan & pelatihan oleh Kementrian BUMN dan BUMN Pembina untuk UKM di Indonesia agar dapat meningkatkan kemampuan entrepeneurship, marketing dan branding sehingga mampu bersaing di pasar global.

Pada tanggal 14 s/d 16 Mei 2018 Imah Batik Bandung mengikuti Bazaar Murah Ramadhan yang diselenggarakan di Gedung Kementerian BUMN-RI. Pada kegiatan tersebut Imah Batik Bandung selain mendapatkan hasil dari penjualan pada Bazaar, terdapat pula pesanan/purchase order dari masyarakat yang hadir. 

"Terimakasih kepada KBUMN karena telah menyediakan kegiatan bazaar, diharapkan kedepannya KBUMN dapat memberikan pelatihan dan pembinaan kepada UMKM, semoga KBUMN semakin hadir untuk negeri. Dan terimakasih kepada PT KAI yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut kegiatan Bazaar" ujarnya. 

 

PT Iglas PT InalumPT Indah KaryaPT Indofarma TbkPT Indonesia Tourism Development Corporation
PT Indra KaryaPT Industri Kapal Indonesia PT Industri Nuklir IndonesiaPT Industri Sandang NusantaraPT Inhutani I
PT Inhutani IIPT Inhutani IVPT INKA PT INTI PT Istaka Karya
PT Jasa Marga TbkPT Kawasan Berikat NusantaraPT Kawasan Industri Makassar PT Kawasan Industri Medan PT Kawasan Industri Wijayakusuma
PT Kereta Api IndonesiaPT Kertas Kraft AcehPT Kertas Leces PT Kimia Farma TbkPT Kliring Berjangka Indonesia
PT Krakatau Steel TbkPT Len Industri PT Merpati Nusantara AirlinesPT Nindya Karya PT PAL Indonesia
PT PANN Multi FinancePT PDI Pulau BatamPT PegadaianPT Pelabuhan Indonesia IPT Pelabuhan Indonesia II
PT Pelabuhan Indonesia IIIPT Pelabuhan Indonesia IV PT Pelayaran Nasional IndonesiaPT Pembangunan Perumahan TbkPT Perikanan Nusantara
PT Perkebunan Nusantara I PT Perkebunan Nusantara IIPT Perkebunan Nusantara III PT Perkebunan Nusantara IV PT Perkebunan Nusantara IX
PT Perkebunan Nusantara VPT Perkebunan Nusantara VIPT Perkebunan Nusantara VII PT Perkebunan Nusantara VIIIPT Perkebunan Nusantara X