Wanginya Bisnis Garam Aromaterapi ‘Rama Shinta’ Asal Cirebon

            Menggeluti bisnis garam bukan hal baru bagi Septi Ariyani. Perempuan berkerudung itu sudah terlebih dahulu menekuni usaha sebagai petani garam sejak tahun 2010. Sebagai petani garam kerapkali Septi dan suaminya menyuplai garam sebagai bahan baku untuk berbagai industri dan pabrik yang kemudian diolah lagi menjadi aneka macam produk.
            Tak puas hanya berbisnis garam, Septi ingin memberikan nilai tambah pada garam produksinya tersebut. Terlintaslah ide membuat garam aromaterapi karena cara pembuatan dan bahan baku yang diperlukan relatif mudah. Pada tahun 2015 Septi mulai memproduksi garam aromaterapi yang terdiri dari footsalt, body scrub, face scrub, face toner, hair treatment, lulur mandi dan bomb salt dengan merek ‘Rama Shinta’.
            “Rama Shinta itu kan lambang cinta dalam tokoh pewayangan. Jadi saya berharap produk ini dapat mencipatakan cinta kasih semua manusia karena produk mempunyai manfaat yang besar,” tuturnya.
            Garam aromaterapi produksinya memiliki banyak manfaat antara lain, relaksasi, detoksifikasi, menghilangkan pegal tubuh, melembutkan dan mengenyalkan kulit, menghilangkan bau kaki dan masih banyak lagi. Tersedia dengan berbagai aroma seperti lavender, green tea, jasmine, strawberry, rose, lemon dan blue vanilla.
            Pada tahun 2016 Septi menjadi Mitra Binaan PT. Telkom (Persero) Tbk dengan besar pinjaman Rp 50 juta yang diangsur selama 2 tahun. Setelah menjadi mitra binaan Telkom, Septi mengaku mengalami peningkatan omzet hingga 200-300 persen dari omzet sebelumnya.
            Saat ini kebanyakan usaha garam aromaterapi berasal dari Pulau Bali. Ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Septi. “Kami jadi satu-satunya pemain lokal yang berasal dari Cirebon dengan bahan baku seluruhnya lokal, tidak ada yang diimpor.” Septi menambahkan harga jual yang dipatoknya juga relatif terjangkau yaitu mulai dari Rp 10 ribu perproduk.
            “Untuk penjualan saya lebih banyak melakukan secara online lewat marketplace. Selain itu kebanyakan juga melalui reseller kami  yang tersebar di wilayah Bandung sampai Malang,” jelas Septi. Sementara itu, menurut Agun Sofi’i, HR dan CDC Telkom, dari sisi pemasaran Telkom siap membantu memasarkan produk-produk Mitra Binaannya secara online. “Telkom kan sedang mengembangkan marketplace Blanja.com. Nah, kami harap marketplace ini bisa membantu UKM memperluas saluran pemasarannya.”  
            Harapan Septi sebagai mitra binaan Telkom supaya lebih sering lagi diadakan pelatihan dan pendampingan, seperti cara-cara packing, cara pemasaran, cara mengurus ijin usaha dan hal-hal yang masih awam bagi pengusaha UKM.
           

 

Perum AntaraPerum BULOGPerum DamriPerum Jaminan Kredit IndonesiaPerum Jasa Tirta I
Perum Jasa Tirta IIPerum NavigasiPerum PerhutaniPerum Perikanan IndonesiaPerum Perumnas
Perum PeruriPerum PFNPerum PNRIPerum PPDPT Adhi Karya Tbk
PT Amarta KaryaPT Aneka Tambang Tbk PT Angkasa Pura IPT Angkasa Pura II PT ASDP Indonesia Ferry
PT Asuransi ABRIPT Asuransi Jasa IndonesiaPT Asuransi JiwasrayaPT Asuransi Kerugian Jasa RaharjaPT Asuransi Kredit Indonesia
PT Bahana Pembinaan Usaha IndonesiaPT Balai Pustaka PT Bank Mandiri TbkPT Bank Negara Indonesia TbkPT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan NegaraPT Barata IndonesiaPT Berdikari PT Bhanda Ghara ReksaPT Bina Karya
PT Bio Farma PT Biro Klasifikasi Indonesia PT Boma Bisma Indra PT Brantas Abipraya PT Dahana
PT Danareksa PT Dirgantara Indonesia PT Djakarta LloydPT Dok dan Perkapalan Koja BahariPT Dok dan Perkapalan Surabaya
PT Energy Management IndonesiaPT GaramPT Garuda Indonesia TbkPT Hotel Indonesia NatourPT Hutama Karya