BANYUASIN---Mesin pabrik karet PTPN VII Unit Tebenan diam. Pohon rambung seluas lebih dari 2.000 hektare yang dikelola juga belum pulih betul dari terek alais gugur daun. Namun, manajemen masih menyisihkan sebagian dana untuk program kemitraan. M. Arifin Lubis, manajer Unit Pabrik dan Kebun Karet itu menyerahkan dana untuk mitra binaan, Rabu (18/12/19), di sela sosialisasi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sodakoh (Lazis) PTPN VII.


Tiga mitra binaan yang merupakan pedagang kecil di sekitar perusahaan hadir langsung untuk menanda tangani perjanjian. Yakni, Jumatun (48),warga Desa Sukamulya, pedagang pakaian jadi di Pasar Betung. Perempuan tangguh ini dipercaya untuk memutar dana kemitraan senilai Rp10 juta.

Juga Tri Handayani (30), pemilik warung makan yang ingin mengembangkan jasa katering di Desa Sukamulya, Betung dengan pinjaman modal Rp8juta. Sedangkan, Sunarti (41), pedagang kerupuk di Pasar Betung mendapat pinjaman Rp5 juta.

“Meskipun kondisi perusahaan kami sedang diuji oleh Alloh, kami tetap bersyukur. Sebagai wujud syukur, kami masih bisa berbagi dengan warga sekitar, walapun bentuknya dana pinjaman kemitraan. Dana ini harus dikembalikan, dicicil selama tiga tahun dengan bunga 3% per tahun,”kata Arifin Lubis, Manajer PTPN VII Unit Tebenan.


Lubis, sapaan akrab M. Arifin Lubis mengatakan, secara teknis kinerja perusahaan di Unit Betung dalam beberapa bulan terakhir sedang pada titik nadir. Di kebun, serangan virus fisikokum yang menyebabkan gugur daun tiga kali setahun sehingga getahnya sangat minim. Ditambah lagi kemarau yang membuat produksi turun. Akibatnya, pabrik juga idle capacity atau kekurangan bahan baku.


Dalam kondisi demikian, kata Lubis, pihaknya berupaya keras untuk memperbaiki keadaan. Secara teknis, pihaknya mengejar produksi secara maksimal. Tak kurang, upaya “langit” juga dilakukan untuk menghadirkan berkah dan kebaikan Tuhan atas kondisi yang kurang baik.


“Terus terang, kami sudah berusaha sekuat yang kami lakukan dan sebisa ilmu yang ada pada kami. Tetapi, apapun yang kita lakukan, terlebih kami bisnis di bidang agro, ketentuan terakhir ada pada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, kami berserah diri dengan berbagai kegiatan spiritual,” kata dia.

Program kemitraan dengan memberikan bantuan dana pinjaman kepada pedagang kecil adalah bagian dari upaya mengunduh kebaikan Tuhan.

Mengutip Quran, Lubis menyebutkan ada hak orang lain, terutama kaum duafa dalam setiap rezeki kita. Jika hak-hak orang lain tidak diberikan kepada yang berhak, usaha sekuat apapun tidak akan berkah.


“Kami mengubah paradigma yang secara sekuler berkembang, bahwa 99% keberhasilan suatu usaha tergantung kepada perencanaan dan pekerjaan yang dilakukan, dan 1% ditentukan takdir. Ini kami balik menjadi 99% porsi Alloh SWT dan hanya 1% dari usaha kita. Jadi, kami kerja keras untuk mendatangkan ridho Alloh kepada usaha kita,” kata dia.

Sosialisasi Zakat

Saat menerima tim Lazis PTPN VII, Lubis mengaku sangat gembira. Ia mengatakan, zakat adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mendatangkan kebaikan bagi PTPN VII.

“Saya sangat yakin, kita mendapati kesulitan selama ini karena kurang ikhlas dalam bekerja. Juga, mungkin masih banyak rezeki kita yang harus dibersihkan. Saya menyampaikan terima kasih kepada Lazis yang bekerja sama dengan Rumah Zakat sosialisasi di sini. Saya sangat senang jika semua karyawan ambil bagian. Dan yakinlah, dengan rezeki yang bersih dan kita peduli, PTPN VII akan bangkit segera. Bagi Alloh SWT, tidak ada yang sulit,” kata dia.


Ketakinan Lubis bukan tanpa data. Meskipun bersifat asumtif, ia pria Batak kelahiran Palembang ini mengaku sudah membuktikan ketika memimpin Unit Tebenan.

“Saya tidak punya pengalaman di karet. Posisi kinerja saat saya masuk sangat buruk. Semua karyawan pesimis bisa mencapai target. Tetapi,dengan bismiallah, saya ajak semua karyawan untuk “berteriak” ke langit, minta kepada Alloh. Saya keliling pengajiana, yasinan, zikir,dan doa lain keliling bersama warga. Alhamdulillah, semua indikator sekarang sangat positif. Tidak ada yang bisa menjawab secara teknis mengapa grafinya bisa naik,” kata dia.

Apa yang dilakukan Lubis linier dengan kebijakan Direksi. Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho terus mewanti-wanti kepada semua unit untuk mengintensifkan kegiatan relijius. Demikian juga dengan Direktur Komersil Achmad Sudarto yang terus menintensifkan penggalian zakat dari karyawan untuk kegiatan filantropi.

Wakil Ketua Bidang Sosialisasi Lazis PTPN VII Arif Syaifudin Zuhri pada sosialisasi bersama Rumah Zakat di Unit Tebenan dan Unit Betung Krawo juga mengapresiasi antusiasme karyawan menyambut inisiasi Lazis.

Ia yakin, kesadaran karyawan dengan ikhlas berzakat untuk membangun ekonomi warga sekitar akan menjadi pembuka pintu langit sehingga perusahaan jaya kembali.

“Kami dan kita semua harus yakin, bahwa dengan kita peduli, Tuhan akan lebih peduli dan menolong kita. Saya yakin, sambil bekerja keras, kita segera pulih,” kata pengurus Lazis yang juga Kasubbag Humas, Protokol,dan Biro Direksi PTPN VII itu. (HUMAS PTPN VII)

Perum AntaraPerum BULOGPerum DamriPerum Jaminan Kredit IndonesiaPerum Jasa Tirta I
Perum Jasa Tirta IIPerum NavigasiPerum PerhutaniPerum Perikanan IndonesiaPerum Perumnas
Perum PeruriPerum PFNPerum PNRIPerum PPDPT Adhi Karya Tbk
PT Amarta KaryaPT Aneka Tambang Tbk PT Angkasa Pura IPT Angkasa Pura II PT ASDP Indonesia Ferry
PT Asuransi ABRIPT Asuransi Jasa IndonesiaPT Asuransi JiwasrayaPT Asuransi Kerugian Jasa RaharjaPT Asuransi Kredit Indonesia
PT Bahana Pembinaan Usaha IndonesiaPT Balai Pustaka PT Bank Mandiri TbkPT Bank Negara Indonesia TbkPT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan NegaraPT Barata IndonesiaPT Berdikari PT Bhanda Ghara ReksaPT Bina Karya
PT Bio Farma PT Biro Klasifikasi Indonesia PT Boma Bisma Indra PT Brantas Abipraya PT Dahana
PT Danareksa PT Dirgantara Indonesia PT Djakarta LloydPT Dok dan Perkapalan Koja BahariPT Dok dan Perkapalan Surabaya
PT Energy Management IndonesiaPT GaramPT Garuda Indonesia TbkPT Hotel Indonesia NatourPT Hutama Karya