Kata siapa cemilan makanan ringan itu mahal ? Berdasarkan ilham merk dagang dari anak kesayangan, Bpk Sularwo terus menggeliat mengembangkan usaha cemilannya hingga keseluruh pelosok Indonesia melalui berbagai kripik dan makanan kecil yang ramah di kantong. Hani Snack pertama kali dibentuk oleh Sularwo pada tahun 2002. Program kemitraan yang dilakukannya dengan Peruri, sampai sekarang sudah merupakan pinjaman ke-2, dan akan terus berlanjut.

 

Walaupun hingga saat ini proses pembuatannya masih tradisional, “Hani Snack” mengedepankan kualitas snacknya untuk tidak penggunakan zat-zat pewarna maupun pengawet makanan. “Karena pakai tungku kayu itu, malah rasanya jadi gurih”, sapa Sularwo. Hani snack saat ini memiliki 7 pekerja, dan telah mengantongi sertifikasi halal.

 

Dalam melakukan penjualannya, Hani Snack telah memiliki pelanggan di daerah Karangpandan, karang anyar, solo, jogja, hingga luar jawa. Memang tidak perlu lama konsumen melakukan pembelian karena sekali mencoba pasti sulit berhenti. Disamping itu, bahan baku yang dipakai terjaga kualitasnya karena hasil panen pribadi, baik dari jagung, kelapa, hingga jamur.

 

Dalam kegiatan monitoring yang dilakukan oleh keasdepan TJSL, asdep TJSL menyampaikan bahwa perlunya pengembangan kemasan serta peningkatan moda transportasi untuk memudahkan distribusi. Melalui bantuan program kemitraan serta berbagai kesempatan pengembangan bisnis yang dilakukan bersama peruri, SUlarwo menyatakan apresiasinya dan berharap Hani snack dapat semakin diterima oleh masyarakat, dan semakin mudah dipasarkan.