Berjarak sekitar 120 kilometer dari Jakarta, sebuah kota yang dibalut oleh indahnya hijau cakrawala dan hawa sejuk dari posisinya di 600 Meter diatas permukaan laut – Sukabumi menjamu tamunya dengan berbagai ragam kuliner, dan peluang bisnis yang tidak kalah tingginya dengan ibukota.

Dengan bermodalkan suasana sejuk dan sumber mata air asli yang langsung bersumber dari rantai pegunungan, Sukabumi menawarkan lokasi yang kondusif untuk membudidayakan ikan hias yang sensitif dengan kualitas air.

Seperti halnya yang dimanfaatkan oleh salah satu Mitra Binaan PT Biorfarma, MIZUMI. Mizu (Air dalam Bahasa Jepang -Ed) Mi (Singkatan dari Sukabumi), yang dikepalai oleh Bpk. H. Asep Syamsul M ini berawal dari sebuah kelompok pecinta ikan hias pada tahun 2000. Berkembang menjadi Komunitas masyarakat Koi Sukabumi pada tahun 2005, dan menjadi Juara Ikan hias terbaik se-Jawa Barat pada tahun 2013, Mizumi sekarang memiliki klien yang tersebar baik di pasar dalam negeri, hingga ASEAN.

“Kami saat ini sudah memiliki indukan unggulan F1 hasil perkawinan langsung dari indukan Koi Jepang sebanyak 50 ekor” tutur Asep sembari menunjukkan berbagai jenis kolam di pelataran Mizumi. Pembudidayaan Ikan Koi, merupakan pembudidayaan yang memilki tingkat stabilitas yang tinggi, dikarenakan hingga saat ini, belum ada rekayasa genetika yang dapat merekondisi warna dari badan ikan koi itu sendiri, sehingga ikan koi dengan warna unggulan tidak dapat di produksi dalam jumlah yang banyak.

Salah satu hal yang menjadikan Sukabumi menjadi tempat yang kondusif untuk membudiayakan Ikan Koi, adalah adanya sumber mata air. “Jangan memelihara ikan, namun pelihara air, maka ikannya akan hidup”, jelas Asep pada acara Kunjungan Monev Kementerian BUMN.

Untuk mendukung pembibitan dan pengembangbiakan Koi yang lebih luas dan besar, Mizumi merangkul masyarakat sekitar untuk menjadi Plasma tersendiri dalam mengembangbiakan Ikan Koi. Hasil dari masing-masing Plasma, dijual dan dibeli kembali Oleh Mizumi, dengan cara demikian, Masyarakat mendapatkan kepastian produksi dan kepastian pasar dalam pelaksanaannya.

Kedepannya, Mizumi berharap akan adanya keberpihakan pemerintah dalam mendukung para pembubidaya Ikan Koi. Kemudahan yang dimiliki para importir seharusnya lebih dimiliki oleh para pembudidaya dalam negeri, sehingga mendorong para pebisnis lokal untuk kembali memarakkan pasar ikan hias asli negeri sakura ini.

Perum AntaraPerum BULOGPerum DamriPerum Jaminan Kredit IndonesiaPerum Jasa Tirta I
Perum Jasa Tirta IIPerum NavigasiPerum PerhutaniPerum Perikanan IndonesiaPerum Perumnas
Perum PeruriPerum PFNPerum PNRIPerum PPDPT Adhi Karya Tbk
PT Amarta KaryaPT Aneka Tambang Tbk PT Angkasa Pura IPT Angkasa Pura II PT ASDP Indonesia Ferry
PT Asuransi ABRIPT Asuransi Jasa IndonesiaPT Asuransi JiwasrayaPT Asuransi Kerugian Jasa RaharjaPT Asuransi Kredit Indonesia
PT Bahana Pembinaan Usaha IndonesiaPT Balai Pustaka PT Bank Mandiri TbkPT Bank Negara Indonesia TbkPT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan NegaraPT Barata IndonesiaPT Berdikari PT Bhanda Ghara ReksaPT Bina Karya
PT Bio Farma PT Biro Klasifikasi Indonesia PT Boma Bisma Indra PT Brantas Abipraya PT Dahana
PT Danareksa PT Dirgantara Indonesia PT Djakarta LloydPT Dok dan Perkapalan Koja BahariPT Dok dan Perkapalan Surabaya
PT Energy Management IndonesiaPT GaramPT Garuda Indonesia TbkPT Hotel Indonesia NatourPT Hutama Karya